prinsip-prinsip Perkembangan manusia


PRINSIP-PRINSIP PERKEMBANGAN MANUSIA


Description: Description: unduhan.png
                                                                                           
Oleh:
Kelompok 13
Wahyu Dwi Setiarini            (1820203075)
Afifa Kusuma Wardani         (1830203081)

Dosen Pembimbing :
Dr. Saipul Annur, M. Pd


PROGRAM STUDI MANAJEMAN PENDIDIKAN ISLAM
FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI (UIN) RADEN FATAH PALEMBANG
2019


















BAB I
PENDAHULUAN
A.      Latar Belakang
Dalam siklus kehidupannya, manusia pasti mengalami proses perkembangan baik dari segi fisik maupun psikologisnya. Dalam proses perkembangan, jelas adanya perubahan-perubahan yang meliputi aspek fisik, intelektual, sosial, moral, bahasa, emosi dan perasaan, minat, motivasi, sikap, kepribadian, bakat, dan kreatifitas. Dimana setiap aspek tersebut pada dasarnya membuat kombinasi-kombinasi atau hubungan baru yang kemudian membentuk spesialisasi fisik dan psikologis yang berbeda antara manusia yang satu dengan yang lainnya.
Adanya kombinasi dan perbedaan, menyebabkan adanya persaingan dan rasa saling membutuhkan antara manusia yang satu dengan yang lainnya. Dengan demikian, pola perilaku manusia dapat menunjukkan kesempatan apa yang akan diperoleh untuk mengembangkan kepopulerannya dalam kelompok terhadap mereka yang berlatar belakang ras, agama, sosial, ekonomi yang berbeda akan memperbaiki mereka yang mempunyai standar penampilan dan perilaku yang berbeda.[1]
Dalam hal ini kami akan membahas mengenai “Prinsip-Prinsip Perkembangan Manusia”.



BAB II
PEMBAHASAN
A.      Pengertian Perkembangan
Perkembangan adalah perubahan mental yang berlangsung secara bertahap dan dalam waktu kurun tertentu, dari kemampuan yang sederhana menjadi kemampuan yang lebih sulit, misalnya kecerdasan, sikap dan tingkah laku.[2]
Perkembangan adalah perubahan-perubahan  psikofisis sebagai hasil dari proses pematangan fungsi-fungsi pshkhis dan fisis pada diri anak, yang ditunjang oleh faktor lingkungan dan proses belajar dalam jangka waktu tertentu guna menuju kedewasaan. Perkembangan juga merupakan serangkaian perubahan yang progresif, berlangsung secara teratur menuju titik kematangan. Progresif di sini adalah perubahan yang terarah dan meningkat, bukan perubahan menuju kemunduran. Sedangkan teratur maksudnya adalah  adanya hubungan tertentu antara satu tingkat perkembangan yang lain. Setiap perkembangan yang terjadi bertumpu pada perubahan yang terdahulu dan selanjutnya perubahan yang baru terjadi, akan mempengaruhi perubahan yang akan terjadi berikutnya.

B.     Ciri-Ciri Perkembangan
1.      Perubahan ukuran dari setiap anggota tubuh. Seperti badan bertambah besar dan tinggi. Demikian juga paru-paru, jantung, kemampuan berpikir dan kemampuan memahami turut mengalami proses perubahan.
2.      Perubahan proporsi (perubahan perimbangan). Seperti perimbangann besar antara badan dengan kepala, antara besar badan dan panjang badan. Demikian juga perubahan-perubahan yang terjadi pada seluruh organ tubuh lainnya tetap dalam perimbangan.
3.      Hilangnya ciri-ciri lama. Seperti hilangnya rambut halus ketika masih bayi kemudian berganti dengan rambut remaja, bahasa kanak-kanak berubah menuju bahasa dewasa dan lain sebagainya.
4.      Timbulnya ciri-ciri baru. Seperti timbulnya ciri-ciri kelamin sekunder, timbulnya dorongan seksual, timbulnya kesadaran akan norma-norma moral, keyakinan beragama dan lain sebagainya.

C.      Perkembangan sebagai Hasil Kematangan dan Belajar
Perkembangan bukan suatu proses yang berlangsung dengan sendirinya melainkan mempunyai penyebab yang tidak dapat dipisahkan dari proses itu. Proses perkembangan selalu berawal dari kematangan dan disempurnakan oleh kapasitas pengalaman belajar yang diperolehnya.
Jika kapasitas untuk berbuat, berpikir dan merasakan pada diri anak sudah mencapai kematangan, maka anak akan didorong oleh impuls-impuls untuk menggunakan semua kapasitas atau kemampuannya secara spontan dan aktif guna menunaikan tugas perkembangannya. Umpamanya, jika peralatan untuk menelungkup sudah matang, anak secara spontan dan otomatis akan berusaha menelungkupkan dirinya, tanpa adanya suatu rangsangan atau pikiran dari luar. Dan dia akan berusaha menghindari semua rintangan yang menghambat usahanya belajar melungkup tersebut. Di sini jelas terlihat bahwa sebelum tercapainya kematangan fungsi-fungsi bio-fisik dan psikhis, maka perkembangan belum dapat terjadi, walaupun ada usaha latihan belajar yang datang dari luar.
Adanya “kematangan” belum menjamin anak dapat melaksanakan tugas perkembangannya secara sempurna, dia masih memerlukan pengalaman belajar secara intensif, sebagai penyebab perkembangan dari luar dirinya. Dengan adanaya pengalaman belajar tersebut, anak jadi semakin matang dan penghayatan akan kehidupannya bertambah mendalam. Misalnya, jika fungsi bicara seorang anak sudah cukup matang dia akan mulai berbicara mengucapkan kata-kata, walaupun belum jelas, tersusun dan bermakna bagi orang dewasa. Pada saat seperti ini, pengalaman belajar dari rang tuanya atau orang lain sangat memberikan bantuan kepada anak dalam penguasaannya terhadap perbendaharaan kata dan bahasa. Sehingga perkembangan bicaranya dapat mencapai prestasi maksimal.
Sehubungan dengan itu, orang tua dan para pendidik hendaknya mengusahakan agar dapat pada saat terjadinya kematangan tersebut, tidak terdapat rintangan-rintangan yang menghambat perkembangan fungsi-fungsi organik sang anak. Sebab penghalang terhadap kelangsungan macam-macam fungsi bio-fisik dan psikhis tersebut dapat mengakibatkan kemunduran bagi anak. Bahkan dapat mengakibatkan perkembangan jiwa anak mengalami kerugian besar untuk selama-lamanya. Sebagai contoh: seorang anak yang tidak dapat mendapatkan kesempatan untuk mempelajari lafal-lafal dan aksen-aksen tertentu dari suatu bahasa sebelum usia 8-10 bulan, akan mendapatkan kesukaran dalam menggunakan bahasa tersebut untuk selama-lamanya.

D.      Metode Penyelidikan Perkembangan
1.      Observasi
Observasi merupakan cara yang sering digunakan orang dalam melakukan penelitian dalam berbagai disiplin ilmu, baik ilmu eksak, ilmu sosial, filsafat, seni, dan lain sebagainya. Dalam mengadakan observasi ini ada dua pendekatan yang ditempuh. Pertama melalui pendekatan objektif, yakni melakukan observasi secara teratur dan sistematis serta mengukur dimensi-dimensi objektif yang tampak pada perilaku seseorang. Misalnya untuk mengukur berat dan tinggi badan, kemampuan-kemampuan jasmaniah (seperti kemampuan menggunakan jari-jemari, berajalan, berbahasa dan sebagainya). Kedua, pendekatan subjektif, yakni berusaha mencatat, melukiskan dan menjelaskan kehidupan kejiwaan (batiniah) seseorang yang meliputi: pikiran, perasaan, kemauan dan sikap menurut kriteria orang tersebut sendiri.
Dengan demikian berarti dalam melakukan penelitian terhadap proses perkembangan seseorang yang dilihat dari satu segi saja, dapat menimbulkan kesalahpahaman dan kekeliruan terhadap keseluruhan karakter struktur kepribadian seseorang.
2.      Pengumpulan Data
a.       Metode Angket
Yakni penelitian mengirimkan kertas angket yang berisikan daftar pertanyaan kepada orang tua untuk dijawab. Misalnya menanyakan tentang; bentuk permainan, kemampuan menggambar, bentuk gambar, ketakutan anak, kesenangan anak, perkembangan bahasa anak, intelegensi dan lain sebagainya.
b.      Metode Wawancara
Yakni dengan mengadakan wawancara dengan anak-anak yang diselidiki, baik secara perorangan maupun secara kelompok, sehingga diperoleh data yang otentik.
c.       Metode Biografi
Yakni dengann mengumpulkan otobiografi (catatan harian) yang ditulis anak-anak remaja atau orang dewasa sekalipun sehingga dari otobiografi ini, dapat diketahui perkembangan psikhis anak, remaja atau orang dewasa.
d.      Metode Opname Film
Yakni penyelidikan dengan menggunakan alat-alat kinematografis terhadap berbagai macam perilaku anak.
3.      Klinis
Yakni mengamati kemampuan anak dalam kondisi khusus, baik untuk tujuan media maupun pedagogis.
  
E.       Kecepatan Perkembangan
Dalam proses perkembangan yang terjadi pada diri manusia, antara satu fase ke fase lainnya mempunyai tempo (kecepatan) yang berbeda. Sejak dari terjadinya pembuahan sampai lahir terjadi peningkatan berat sebanyak 11.000.000 kali. Dari lahir sampai mencapai usia matang peningkatan berat itu sebanyak 22 kali.
Perubahan-perubahan cepat dalam perkembangan manusia, terjadi pada umur 2 minggu sampai usia tiga tahun. Setelah itu dari umur 3 sampai 6 tahun kecepatan perkembangannya menurun bila dibandingkan dengan masa sebelumnya. Kemudian dari umur 6 sampai 12/14 tahun  tempo perkembangan tersebut berlangsung cepat. Akhirnya perkembangan tersebut menurun kembali dan mengalami perkembangan yang sangat lamban pada usia 19 tahun, setelah itu baru terjadi kemantapan pada usia dewasa.
Kecepatan perkembangan itu selain didominir oleh pembawaan bio-fisis, dipengaruhi juga oleh temperamen (faktor-intern) serta faktor kesempatan dari luar. Faktor ekstern ini antara lain berupa pemeliharaan jasmani dan rohani yang cukup memadai. Namun apabila pemeliharaan jasmani dan rohani tersebut berlebihan atau sangat kurang, hal ini dapat berakibat buruk memperlambat perkembangan anak dikemudian hari.

F.       Hukum-Hukum Perkembangan
Dalam berlangsungnya perkembangan pada diri manusia, terdapat hukum-hukum tertentu yang melandasinya. Hukum-hukum tersebut berlaku bagi setiap individu. Gesell menamakannya “order of nature”. Dalam ilmu fisika dinamakan “natural law” atau hukum alam. Diantara hukum-hukum perkembangan yang berhasil diketahui adalah sebagai berikut:
1.      Perkembangan mengikuti pola-pola tertentu. Perkembangan individu tidaklah berlangsung dalam keadaan kacau balau, melainkan tertib dan teratur dalam suatu bentuk tertentu yang sambung menyambung. Misalnya: tidak ada anak yang dapat berjalan, sebelum ia dapat berdiri.
2.      Perkembangan berlangsung  dari respon umum ke respon khusus.
3.      Perkembangan merupakan perubahan berantai. Perkembangan berlangsung terus dan hanya berhenti bila kematian. Hanya saja geraknya terkadang berlangsung cepat dan terkadang berlangsung lambat. Kejadian pada suatu tingkat perkembangan mempunyai pengaruh terhadap kejadian pada tingkat perkembangan berikutnya. Misalnya: kekurangan gizi pada masa bayi, akan mempengaruhi perkembangan fisik dan psikhis pada masa selanjutnya.
4.      Perbedaan laju perkembangan bersifat tetap.
5.      Lanjutnya perkembangan pada bagian-bagian tubuh berbeda-beda. Perkembangan pada bagian tubuh tidak serentak, laju peerkembangannya pun tidak sama cepatnya. Perkembangan bagian-bagian jiwapun demikian pula. Fase-fase perkembangan tubuh dan jiwa berlangsung menurut kecepatan masing-masing dan mencapai kematangan pada waktu yang berbeda pula. Fase-fase  perkembangan tubuh dan jiwa berlangsung menurut kecepatan masing-masing dan mencapai kematangan yang berbeda pula. Pada bagian tertentu perkembangan berjalan cepat dan pada bagian-bagian lainnya perkembangan berjalan lambat. Misalnya: otak mencapai ukuran besar maksimum pada umur 6 sampai 8 tahun, tetapi mencapai kematangan tugasnya setelah umur tersebut. Kaki, tangan, hidung, dan organ tubuh lainnya baru mencapai perkembangan maksimal pada masa permulaan masa remaja.
6.      Dalam perkembangan terdapat saling berhubungan antara berbagai sifat.
7.      Perkembangan dapat diperhitungkan.
8.      Pada setiap perkembangan terdapat, sifat-sifat khusus. Pada setiap usia tertentu beberapa sifat-sifat lainnya. Misalnya: pada umur 2 tahun perhatian anak tertuju pada keadaan lingkungannya, sedangkan umur 3 sampai 6 tahun perkembangannya tertuju pada diri sendiri, dimana dia berperan sebagai makhluk sosial.
9.      Bentuk-bentuk perilaku yang dianggap abnormal, sebenarnya normal pada usia tertentu. Dalam setiap perkembangan terdapat suatu bentuk tingkah laku yang tidak menyenangkan, tingkah laku ini disebut “nakal”. Tingkah laku nakal tersebut akan lenyap apabila anak telah mencapai tahap perkembangan selanjutnya. Kenakalan itu sebenarnya adalah akibat adanya ketidakseimbangan yang terjadi pada usia 15 bulan, 21 bulan, 2 ½ tahun, 3 ½ tahun dan 10 sampai 12 tahun.
10.  Ketidakseimbangan tersebut meliputi perkembangan jasmani dan rohani, yang ditimbulkan rasa tidak aman, minta diperhatikan, rasa malu, rasa tersinggung dan lain sebagainya.
11.  Setiap individu mengalami tingkat-tingkat perkembangan. Setiap individu yang normal, pasti mengalami tingkat perkembangan. Perbedaan antara satu individu dengann yang lainnya, hanyalah dalam soal laju perkembangannya pada setiap tingkat perkembangan tersebut. Pada usia 21 tahun, maka proses perkembangan mencapai kesempurnaan.

G.      Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Perkembangan
1.      Intelegensi
2.      Jenis Kelamin
3.      Kelencar Sekresi Internal
4.      Gizi
5.      Udara Segar dan Sinar Matahari
6.      Penyakit
7.      Kebudayaan
8.      Posisi Anak dalam Keluarga[3]



BAB III
PENUTUP
A.      Kesimpulan
Perkembangan adalah perubahan-perubahan  psikofisis sebagai hasil dari proses pematangan fungsi-fungsi pshkhis dan fisis pada diri anak, yang ditunjang oleh faktor lingkungan dan proses belajar dalam jangka waktu tertentu guna menuju kedewasaan. Perkembangan juga merupakan serangkaian perubahan yang progresif, berlangsung secara teratur menuju titik kematangan. Progresif di sini adalah perubahan yang terarah dan meningkat, bukan perubahan menuju kemunduran. Sedangkan teratur maksudnya adalah  adanya hubungan tertentu antara satu tingkat perkembangan yang lain. Setiap perkembangan yang terjadi bertumpu pada perubahan yang terdahulu dan selanjutnya perubahan yang baru terjadi, akan mempengaruhi perubahan yang akan terjadi berikutnya.







DAFTAR PUSTAKA
Annur, Saipul. 2019.  Psikologi Pendidikan. Palembang: Noerfikri
Jahja, Yudrik. 2011. Psikologi Perkembangan. Jakarta: Pranamedia Group
Susanto, Ahmad. 2011. Perkembangan Anak Usia Dini Pengantar dalam Berbagai Aspeknya. Jakarta: Pranamedia Group



[1] Yudrik Jahja, Psikologi Perkembangan, (Jakarta: Pranamedia Group, 2011), hlm. 1
[2] Ahmad Susanto, Perkembangan Anak Usia Dini Pengantar dalam Berbagai Aspeknya, (Jakarta: Pranamedia Group, 2011), hlm. 21
[3] Saipul Annur, Psikologi Pendidikan, (Palembang: Noerfikri, 2019), hal. 105-118.

Komentar

  1. Jelaskan 3 prinsip perkembangan remaja?

    BalasHapus
    Balasan
    1. 1. Prinsip Kematangan
      Remaja yang mencapai kematangan kognitif, sosial dan emosional, serta moral, akan memperoleh prestasi yang baik di sekolah. Remaja yang matang secara kognitif, mampu memahami konsep-konsep abstrak, seperti nilai kebenaran yang murni, menghubungkan peristiwa sekarang dengan yang akan datang. Kematangan remaja dapat dipercepat melalui berbagai rangsangan dari lingkungan. Remaja yang hidup di kota besar dengan rangsangan informasi yang lebih banyak melalui media elektronik dan cetak, peristiwa-peristiwa di lingkungan, dan dari sumber informasi lainnya lebih cepat matang daripada remaja yang tinggal di desa yang miskin dengan sumber informasi.

      2. Prinsip Kesatuan Organisasi
      Prinsip ini menyatakan bahwa remaja merupakan suatu kesatuan fisik dan psikis dan kesatuan dari kedua komponen tersebut. Perkembangan komponen fisik dan psikis saling mempengaruhi. Setiap komponen tidak berkembang secara sendiri-sendiri tetapi perkembangan satu komponen berpengaruh terhadap komponen yang lain. Oleh karena itu dalam proses belajar sangatlah penting untuk melibatkan sebanyak mungkin komponen fisik maupun psikis remaja secara serempak agar hasil belajar yang maksimal dapat tercapai. Makin banyak alat indera remaja terlibat dalam proses belajar makin mudah dan pahamlah mereka terhadap bahan yang dipelajarinya.



      Hendaknya disadari oleh pendidik, jika salah satu komponen terganggu, maka komponen lain juga akan terganggu. Sebagai contoh: jika dalam proses belajar remaja sakit, fisiknya lemah akibat kurang gizi misalnya, maka kerja mentalnya akan terganggu, Dengan kata lain ia tidak dapat belajar secara maksimal. Demikian juga sebaliknya, jika mental remaja terganggu, dapat berpengaruh pada keadaan fisik mereka. Remaja yang mengalami kecemasan yang tinggi ketika belajar dapat mengalami gangguan fisik, seperti sakit perut, pusing atau sakit kepala, dan lain-lain. Untuk itu guru perlu mengurangi kecemasan-kecemasan atau ketakutan mereka dalam belajar, bahkan seharusnya menciptakan situasi belajar yang menyenangkan (kondusif), walaupun mereka harus menyelesaikan kegiatan-kegiatan belajar yang cukup rumit dengan sebaik-baiknya.

      3. Prinsip Tempo dan Irama Perkembangan
      Prinsip ini menyatakan bahwa remaja berkembang sesuai tempo dan perkembangan sendiri-sendiri yang teratur. Setiap remaja memiliki tempo dan irama perkembangan yang berbeda dengan remaja yang lain. Ada remaja yang cepat dan ada pula yang lambat perkembangannya.

      Misalnya di dalam satu kelas, ada dua orang remaja si A dan si B yang umurnya sama, namun kematangan berfikir mereka berbeda. Remaja A misalnya baru berusia 15 tahun, telah mencapai kematangan berfikir yang sama dengan remaja yang telah berumur 18 tahun. Sementara itu remaja B yang juga berumur sama baru mencapai kemampuan berfikir yang sama dengan anak umur 10 tahun. Oleh karena itu remaja A lebih mudah dan cepat belajar dibandingkan remaja B.
      Tempo dan irama perkembangan remaja ditentukan oleh dua faktor, yaitu faktor pembawaan (potensi dasar) dan lingkungan. Makin tinggi potensi dasar makin cepat irama dan tempo perkembangannya apabila lingkungannya memberikan rangsangan yang sesuai. Demikian pula sebaliknya, makin rendah potensi yang dimiliki anak ditambah lagi dengan lingkungan yang kurang memacu perkembangan tersebut, maka tempo dan irama perkembangan pun akan menjadi lambat. Banyak para ahli yang berpendapat bahwa tempo dan irama perkembangan anak dapat dipercepat oleh lingkungan dalam batas-batas tertentu, atau sebaliknya tempo dan irama perkembangan anak yang telah terpola itu dapat menjadi lambat dan bahkan terlambat sama sekali jika lingkungan kurang sekali memberikan gizi, kesehatan dan rangsangan pendidikan yang cukup.

      Hapus
  2. Jelaskan apa saja ciri ciri remaja yang sedang mengalami perkembangan?

    BalasHapus
    Balasan
    1. a. Peningkatan emosional yang terjadi secara cepat pada masa remaja awal yang dikenal dengan sebagai masa storm & stress. Peningkatan emosional ini adalah hasil dari perubahan fisik terutama hormon yang terjadi pada masa remaja. Dari segi kondisi sosial, peningkatan emosi ini merupakan tanda bahwa remaja berada dalam kondisi baru yang berbeda dari masa sebelumnya. Pada masa ini banyak tuntutan dan tekanan yang ditujukan pada remaja, misalnya mereka diharapkan untuk tidak lagi bertingkah seperti anak-anak, mereka harus lebih mandiri dan bertanggung jawab. Kemandirian dan tanggung jawab ini akan terbentuk seiring berjalannya waktu, dan akan nampak jelas pada remaja akhir yang duduk di awal-awal masa kuliah.

      b. Perubahan yang cepat secara fisik yang juga disertai kematangan seksual. Terkadang perubahan ini membuat remaja merasa tidak yakin akan diri dan kemampuan mereka sendiri. Perubahan fisik yang terjadi secara cepat, baik perubahan internal seperti sistem sirkulasi, pencernaan, dan sistem respirasi maupun perubahan eksternal seperti tinggi badan, berat badan, dan proporsi tubuh sangat berpengaruh terhadap konsep diri remaja.

      c. Perubahan dalam hal yang menarik bagi dirinya dan hubungan dengan orang lain. Selama masa remaja banyak hal-hal yang menarik bagi dirinya dibawa dari masa kanak-kanak digantikan dengan hal menarik yang baru dan lebih matang. Hal ini juga dikarenakan adanya tanggung jawab yang lebih besar pada masa remaja, maka remaja diharapkan untuk dapat mengarahkan ketertarikan mereka pada hal-hal yang lebih penting. Perubahan juga terjadi dalam hubungan dengan orang lain. Remaja tidak lagi berhubungan hanya dengan individu dari jenis kelamin yang sama, tetapi juga dengan lawan jenis, dan dengan orang dewasa.

      d. Perubahan nilai, dimana apa yang mereka anggap penting pada masa kanak-kanak menjadi kurang penting karena sudah mendekati dewasa.

      Hapus
  3. tolong jelaskan pengertian dari order of nature dalam hukum hukum perkembangan

    BalasHapus
    Balasan
    1. Order of nature berarti hukum alam maksudnya hukum sesuai dengan perkembangan anak tersebut

      Hapus
  4. Sebutkan tahap tahap perkembangan manusia dalam ilmu psikologi

    BalasHapus
    Balasan
    1. 1. Tahap Perkembangan Kognitif

      Yaitu perubahan yang bervariasi dalam proses berpikir dalam kecerdasan termasuk di dalamnya rentang perhatian, daya ingat, kemampuan belajar, pemecahan masalah, imajinasi, kreativitas, dan keunikan dalam menyatakan sesuatu dengan mengunakan bahasa.

      2. Tahap Perkembangan Psikologi – Emosional

      Yaitu tahap perkembangan seseorang berupa perkembangan berkomunikasi secara emosional, memahami diri sendiri, kemampuan untuk memahami perasaan individu lain, pengetahuan tentang individu lain, keterampilan dalam berhubungan dengan individu lain, menjalin persahabatan, dan pengertian tentang moral.

      3. Tahap Perkembangan Seorang Bayi (Infancy): Sejak Lahir sd 18 Bulan

      Periode ini disebut juga dengan tahap perkembangan sensorik oral, karena individu biasa melihat bayi memasukkan segala sesuatu ke dalam mulutnya. Sosok Orang tua memainkan peranan terpenting untuk memberikan perhatian positif dan penuh kasih kepada bayi, dengan penekanan pada kontak visual dan sentuhan. Jika periode ini dilalui dengan baik,

      bayi akan menumbuhkan perasaan trust (percaya) pada lingkungan dan melihat bahwa kehidupan ini pada dasarnya baik. Sebaliknya, bila gagal di periode ini, individu memiliki perasaan mistrust (tidak percaya) dan akan melihat bahwa dunia ini adalah tempat yang mengecewakan dan penuh frustrasi.

      4. Tahap Perkembangan Seorang Kanak-Kanak Awal (Early Childhood): 18 Bulan sd 3 Tahun

      Selama tahap perkembangan seseorangan ini individu mempelajari ketrampilan untuk diri sendiri. Bukan sekedar belajar berjalan, bicara, dan makan sendiri, melainkan juga mempelajari tahap perkembangan seseorang perkembangan motorik yang lebih halus, termasuk latihan yang sangat dihargai: toilet training.

      Di masa ini, individu berkesempatan untuk belajar tentang harga diri dan otonomi, seiring dengan berkembangnya kemampuan mengendalikan bagian tubuh dan tumbuhnya pemahaman tentang benar dan salah. Salah satu ketrampilan yant muncul di periode adalah kemampuan berkata tidak. Sekalipun tidak menyenangkan individu tua, hal ini berguna untuk pengembangan semangat dan kemauan.

      5. Tahap Perkembangan Seorang Usia Bermain (Play Age): 3 sd 5 Tahun

      Pada periode ini, individu biasanya memasukkan gambaran tentang individu dewasa di sekitarnya dan secara inisiatif dibawa dalam situasi bermain. Anak laki-laki bermain dengan kuda-kudaan dan senapan kayu, anak perempuan main “pasar-pasaran” atau boneka yang mengimitasi kehidupan keluarga,

      mobil-mobilan, handphone mainan, tentara mainan untuk bermain peran, dsb. Di masa ini, muncul sebuah kata yang sering diucapkan seindividu anak:”kenapa?” Hubungan yang signifikan di periode ini adalah dengan keluarga inti (ayah, ibu, dan saudara).

      Hapus


    2. 6. Tahap perkembangan seorang Usia Sekolah (School Age): Usia 6 sd 12 tahun

      Periode ini sering disebut juga dengan periode laten, karena individu sepintas hanya menunjukkan tahap perkembangan seseorang tahap perkembangan seseorang perkembangan fisik tanpa tahap perkembangan seseorang perkembangan aspek mental yang berarti, berbeda dengan fase-fase sebelumnya. Ketrampilan baru yang dikembangkan selama periode ini mengarah pada sikap industri (ketekunan belajar, aktivitas, produktivitas,

      semangat, kerajinan, dsb), serta berada di dalam konteks psikologi. Bila individu gagal menempatkan diri secara normal dalam konteks psikologi, ia akan merasakan ketidakmampuan dan rendah diri. Sekolah dan lingkungan psikologi menjadi figur yang berperan penting dalam pembentukan ego ini, sementara individu tua sekalipun masih penting namun bukan lagi sebagai otoritas tunggal.

      7. Tahap Perkembangan Seorang Remaja (Adolescence): Usia 12 sd 18 Tahun

      Bila sebelumnya tahap perkembangan seseorang perkembangan lebih berkisar pada apa yang dilakukan untuk saya, sejak stage tahap perkembangan seseorang perkembangan ini tahap perkembangan seseorang perkembangan tergantung pada apa yang saya kerjakan.

      Karena di periode ini individu bukan lagi anak tetapi belum menjadi dewasa, hidup berubah sangat kompleks karena individu berusaha mencari identitasnya, berjuang dalam interaksi psikologi, dan bergulat dengan persoalan-persoalan moral.

      Tugas tahap perkembangan seseorang perkembangan di fase ini adalah menemukan jati diri sebagai individu yang terpisah dari keularga asal dan menjadi bagian dari lingkup psikologi yang lebih luas. Bila stage ini tidak lancara diselesaikan, individu akan mengalami kebingungan dan kekacauan peran.

      8. Tahap Perkembangan Seorang Dewasa Awal (Young Adulthood): Usia 18 sd 35 Tahun

      Langkah awal menjadi dewasa adalah mencari teman dan cinta. Hubungan yang saling memberikan rasa senang dan puas, utamanya melalui perkawinan dan persahabatan. Keberhasilan di stage ini memberikan keintiman di level yang dalam.

      Kegagalan di level ini menjadikan individu mengisolasi diri, menjauh dari individu lain, dunia terasa sempit, bahkan hingga bersikap superior kepada individu lain sebagai bentuk pertahanan ego. Hubungan yang signifikan adalah melalui perkawinan dan persahabatan.

      9. Tahap Perkembangan Seorang Dewasa (Middle Adulthood): Usia 35 sd 65tahun

      Masa ini dianggap penting karena dalam periode inilah individu cenderung penuh dengan pekerjaan yang kreatif dan bermakna, serta berbagai permasalahan di seputar keluarga. Selain itu adalah masa “berwenang” yang diidamkan sejak lama. Tugas yang penting di sini adalah budaya dan meneruskan nilai budaya pada keluarga (membentuk karakter anak)

      serta memantapkan lingkungan yang stabil. Kekuatan timbul melalui perhatian individu lain, dan karya yang memberikan sumbangan pada kebaikan masyarakat, yang disebut dengan generativitas. Jadi di masa ini, takut akan ketidakaktifan dan ketidakbermaknaan diri.

      10.Tahap Perkembangan Seorang Dewasa Akhir (Late Adulthood): Usia 55 sd Meninggal Dunia

      Individu berusia lanjut yang bisa melihat kembali masa-masa yang telah dilaluinya dengan bahagia, merasa tercukupi, dan merasa telah memberikan kontribusi pada kehidupan, ia akan merasakan integritas. Kebijaksanaannya yang tumbuh menerima keluasan dunia dan menjelang kematian sebagai kelengkapan kehidupan.

      Hapus
  5. Usaha apa yang dapat dilakukan oleh orang tua agar anaknya memperoleh kematangan belajar sesuai dengan perkembangannya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Orang tua harus memahami perkembangan anak tersebut dan melihat bagaimana dia dapat menangkap hal hal yang ada disekitarnya dengan baik, orang tua juga harus melihat dan memperhatikan sekolah yang akan mengajarinya dan membimbingmya di sekolah dan anak tidak boleh diberi tekanan oleh orang tua namun dibebaskan tetapi orang tua juga haris memfilter pilihan anak tersebut sehingga anak akam memperoleh kematangan belajar yang ideal dalam perkembangannya

      Hapus
  6. Berikan contoh dari mengamati kemampuan anak dalam kondisi khusus atau klinis dan bagaimana caranya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Contohnya yaitu berinteraksi antara peneliti dengan anak-anak yang diteliti. Metode ini biasanya diterapkan pada psikologi konseling. Dengan cara peneliti akan mencari data mengenai tentang pasien atau anak-anak dengan cara berinteraksi dengan mereka. Hal ini akan bisa membantu dalam pemberian layanan psikologi untuk bayi, balita, anak-anak dan remaja dalam konteks social mereka.

      Hapus
  7. Kenapa kepribadian banyak dipengaruhi oleh sikap perkembangan pergaulan?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Karena pergaulan merupakan proses interaksi individu dengan individu, dapat juga individu dengan kelompok. Ialah bahwa pergaulan berpengaruh lebih mengarah ke pergaulan bebas dan masih mudah terpengaruh terhadap bujukan dan ingin mencoba sesuatu yang baru meskipun belum tahu mana yang baik dan mana yang buruk

      Hapus
  8. Jelaskan dengan bahasa kalian sendiri tentang perkembangan sebagai hasil kematangan dalam belajar, dan berikan contoh nyata dalam kehidupan sehari"!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Perkembangan sebagai hasil kematangan dalam belajar ialah berarti matangnya suatu fungsi atau potensi mental psikologis akibat proses perkembangan karena pengalaman dan latihan. Contohnya: Balita bisa belajar berjalan apabila pertumbuhan fisiknya telah siap dan perkembangan mentalnya juga telah siap. Maka akan terjadi kematangan untuk belajar berjalan.

      Hapus
  9. Mengapa jenis kelamin menjadi faktor yang mempengaruhi perkembangan ? Jelaskan alasannya!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Karena didominir pembawaan bio-fisis yang mana anak perempuan lebih cepat dalam pertumbuhannya dan kematangan fisik mental dibanding laki laki namun lebih besar ukuran badan anak laki laki daripada perempuan ketika lahir

      Hapus
  10. Dari beberapa metode penyelidikan perkembangan metode mana yang paling tempat untuk perkembangan anak ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Menurut saya metode observasi karena memaka semua disiplin ilmu dalam mempelajari perkembangan anak

      Hapus
  11. Apa pendapat kalian tentang anak yg berpenampilan tidak sesuai dengan usia, menurut kalian apakah ini hal yg wajar bagi perkembangan manusia.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Menurut saya hal tersebut wajar. Karena kita sendiri memiliki berbagai watak dan kepribadian masing masing. Orang berkepribadian tersebut mungkin menganggap itu bukanlah hal aneh namun biasa. Setiap manusia memiliki karakter ciri khas maupun kesukaan yang berbeda dan memiliki perkembangan yang berbeda, namun sama sama memiliki sifat progresif dalam perkembangannya dan berlangsung secara terus menerus

      Hapus
  12. Apa pentingnya mengetahui perkembangan peserta didik?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Dengan mempelajari perkembangan peserta didik kita akan memperoleh beberapa keuntungan.

      Pertama, kita akan mempunyai ekspestasi yang nyata tentang anak dan ramaja. Dari psikologi perkembangan akan diketahui pada umur berapa anak mulai berbicara dan mulai mampu berfikir abstrak. Hal-hal itu merupakan gambaran umum yang terjadi pada kebanyakan anak, disamping itu akan diketahui pula pada umur beberapa anak tertentu yang akan memperoleh keterampilan prilaku pada emosi khsusus.

      Kedua, pengetahuan tentang psikologi perkembangan anak membantu kita untuk merespons sebagaimana mestinya pada prilaku tertentu dari seorang anak. Bila seorang anak dari Taman Kanak-kanak tidak mau sekolah lagi karena diganggu temannya, apa yang harus dilakukan oleh guru dan orang tuanya? Bila anak selalu ingin merebut mainan dari temannya apakah dibiarkan saja? Psikologi perkembangan akan membantu menjawab pertanyaan-pertanyaan itu dan menunjukan sumber-sumber jawaban serta pola-pola anak mengenai pikiran, perasaan dan prilakunya.

      Ketiga, pengetahuan tentang perkembangan anak akan membantu mengenali berbagai penyimpangan dari perkembanganyang normal.Keempat, terakhir, dengan mempelajari perkembangan anak akan membantu memahami diri sendiri.

      Hapus

Posting Komentar